Yoshinkan Aikido

Gozo Shioda

     


Sejarah Yoshinkan Aikido

Soke Gozo Shioda lahir di Shinjuku, Tokyo pada tahun 1915. Ayahnya Shioda, Seiichi adalah seorang ahli obat dan dokter anak-anak. Dialah yang menganjurkan Gozo Shioda untuk mengikuti segala macam olah raga. Hasilnya Gozo Shioda telah berlatih Kendo, senam dan Judo sewaktu dia muda. Judo merupakan olah raga Gozo Shioda yang paling hebat dan telah meraih level Dan 3 sewaktu dia masih remaja.

Kehidupan Gozo Shioda berubah sewaktu dia berumur 18 tahun, sewaktu ayahnya mengirim dia ke Kobukan untuk belajar ke Ueshiba Sensei, seseorang yang di percaya mempunyai "ilmu gaib". Pada kunjungan pertamanya ke Kobukan, Shioda Sensei di undang oleh O'Sensei (Ueshiba Sensei) untuk menggunakan keahlian Judonya. Ragu akan kemampuan lawannya, Gozo Shioda dengan sepenuh tenaga menyerang O'Sensei, setelah itu dia tiba-tiba sudah berada di udara terlempar dan mendarat dengan kepalanya. Dengan kepala pusing dan kebingungan, Gozo Shioda sangat terpesona dengan apa yang baru saja terjadi.

Keesokan harinya, 24 Mei 1932, Shioda yang masih remaja, bergabung dengan Kobukan dan memulai karir dia di Aikido dengan bimbingan Ueshiba Sensei. Gozo Shioda meninggalkan Kobukan pada tahun 1941 sewaktu dia lulus dari Universitas.

Setelah perang dunia ke 2, yang menyebabkan larangan untuk berlatih segala macam ilmu bela diri di Jepang, Shioda Sensei mengadakan demonstrasi Aikido di depan masyarakat untuk pertama kalinya pada tahun 1954. Di tonton oleh 15,000 orang, Shioda Sensei telah diberikan hadiah pertama untuk demonstrasi yang paling bagus. Dalam satu tahun, Soke Gozo Shioda membuka dojo dia sendiri, Yoshinkan , yang merupakan nama dari dojo ayahnya yang dahulu.

Pada tahun 1961, Ueshiba Sensei memberikan penghargaan ranking Dan 9 kepada Soke Gozo Shioda . Perkembangan dan kontribusi Shioda Sensei dalam mempromosikan Aikido dan ilmu bela diri Jepang secara umum juga telah diberikan penghargaan oleh Perkumpulan Bela Diri Internasional, ranking Dan 10 dan juga gelar Meijin (Grandmaster).

Yoshinkan Aikido mempunyai reputasi untuk stylenya yang sangat kuat dan sangat memfokuskan ke efektifan dan efisiensi dari teknik-tekniknya. Maka dari itu, kesatuan polisi wanita dan kelompok elit polisi anti huru-hara Tokyo dilatih Yoshinkan Aikido. Program pelatihan polisi anti huru-hara tersebut telah berlangsung kurang lebih selama 30 tahun."Yoshinkan" atau "Rumah untuk memperbaharui jiwa", terdiri dari tiga kata-Yo yang berarti mengolah, Shin yang berarti jiwa atau semangat dan Kan yang berarti rumah atau tempat.

Soke Gozo Shioda meninggal dunia pada tahun 1994, meninggalkan sebuah organisasi yang berada di seluruh dunia seperti Jepang, Amerika, Eropa, Australia, New Zealand dan Asia Tenggara. Soke Gozo Shioda percaya bahwa dari bahasa Aikido yang sunyi, semua perbedaan antara umat manusia dan kebudayaan akan menghilang, menghasilkan kehidupan yang damai dan harmonis menjadi kenyataan daripada hanya sebuah ide.

Tentang DVD ini

Video ini merupakan video klasik yang dibuat tahun 1962, sehingga gambarnya hitam-putih. Menggunakan bahasa Jepang, video ini menunjukkan banyak demo Aikido baik pertarungan 1 lawan 1, maupun 1 lawan banyak, penggunaan tongkat, dan samurai (kayu). Tekniknya sederhana, lugas, dan langsung menuju sasaran.